Welcome to my blog

welcome to my life

Minggu, 16 September 2012

Persalinan Yang Sehat dan Aman

Terlambat dalam mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan di tingkat keluarga untuk mencari pertolongan yang berkualitas. Terlambat dalam mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat di fasilitas pelayanan (Adriany, 2009).
Upaya apa yang bisa dilakukan untuk membuat ibu dan bayi selamat? Upaya yang dilakukan agar ibu dan bayi selamat adalah membawa semua ibu hamil bersalin ke fasilitas kesehatan yang memadai yang dikenal dengan Strategi Revolusi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) (Adriany, 2009).
Agar semua ibu hamil bisa dibawa untuk bersalin pada fasilitas kesehatan yang memadai, maka diperlukan suatu perencanaan yang matang. Perencanan ini adalah salah satu kegiatan dari jejaring desa siaga, yaitu jejaring notifikasi (Adriany, 2009).

Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di dunia khususnya negara berkembang. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin (Saefuddin, 2002). Negara-negara maju untuk angka kematian maternal berkisar 5 – 10 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di negara-negara berkembang berkisar 750 – 1000 per 100.000 kelahiran hidup (Wiknjosastro, 2005).
Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih cukup tinggi, menurut Riset Kesehatan Dasar (Risdakes) diperoleh AKI tahun 2007 adalah sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan AKI tahun 2010 sebesar 214 per 100.000 kelahiran hidup, AKI tersebut sudah jauh menurun. Namun masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 yaitu AKI sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2010).
Penyebab kematian ibu terbanyak (90%) oleh komplikasi obstetrik yaitu hipertensi dalam kehamilan, pendarahan, infeksi dan 10 % kematian ibu disebabkan oleh faktor lain. Untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia, Depkes melakukan strategi agar semua asuhan antenatal sekitar 80 % dari keseluruhan persalinan ditangani oleh tenaga kesehatan terlatih (Saefuddin, 2003).
Menurut beberapa penelitian diketahui bahwa ibu yang mengalami kematian akibat persalinan merupakan pasien yang terlambat mendapat pertolongan karena mereka datang ke rumah sakit setelah dalam kondisi kritis. Keterlambatan ini sering diakibatkan karena ketidaktahuan penolong persalinan bahwa ibu bersalin merupakan persalinan beresiko (Santoso, 2007). Ada juga penyulit persalinan, misalnya persalinan macet karena kelainan tenaga, kelainan letak janin, kelainan panggul, perdarahan pascapersalinan, dll. Penyebab terakhir adalah penyulit nifas meliputi infeksi nifas dan penyakit lain dalam masa nifas atau penanganannya (Bari, 2008).
Menurut beberapa penelitian diketahui bahwa ibu yang mengalami kematian akibat persalinan merupakan pasien yang terlambat mendapat pertolongan karena mereka datang ke rumah sakit setelah dalam kondisi kritis. Keterlambatan ini sering diakibatkan karena ketidaktahuan penolong persalinan bahwa ibu bersalin merupakan persalinan beresiko. Oleh karena itu pemilihan penolong persalinan sebelum masa bersalin tiba merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu dan keluarga (Santoso, 2007).
Dengan pemilihan penolong persalinan secara dini yaitu ketika ibu hamil, maka ibu dapat mempersiapkan secara dini penolong persalinan yang sehat dan aman. Selain itu juga ibu dapat mempersiapkan biaya untuk persalinan sehingga tidak ada masalah yang menghambat ketika ibu melahirkan termasuk dalam masalah biaya persalinan (Yulia, 2011).
Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan pertolongan persalinan. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan penolong persalinan adalah pengetahuan, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga / keadaan ekonomi, jarak ke penolong persalinan dan lain-lain (http://www.kesproinfo.com).
Menurut Yogaswara, dkk (2011), pertolongan persalinan tampaknya memegang peran penting pada kejadian kematian ibu bersalin, karena kematian sebagian besar terjadi pada saat proses persalinan. Salah satu faktor yang menyebabkan ini terjadi karena pertolongan persalinan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan, sedangkan penyebab lain diantaranya faktor rendahnya pendidikan, rendahnya ekonomi, kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku ibu, dan budaya. Rendahnya persalinan oleh tenaga kesehatan akan berdampak terhadap rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak yang akan menunjukan bahwa pembangunan kesehatan di suatu daerah tidak berhasil.
Ibu hamil harus mempersiapkan dan merencanakan persalinan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan ibu. Dalam merencanakan persalinan tersebut ibu harus dengan sedini mungkin merencanakan pula penolong persalinan, tempat bersalin, dan biaya persalinan agar ketika bersalin maka ibu hamil sudah siap menghadapinya.

Diposting Oleh Rhaditya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar